Kamis, 08 April 2010

Shift Kerja yang Baik yang di sesuaikan dengan Kondisi dan Lingkungan Kerja dan Efek Penyakit yg Ditimbulkan dari Shift Kerja yg Kurang Baik

A. Shift kerja yang baik
Dunia kerja adalah dunia yang saat ini sangat marak diperbincangakan dalam masyarakat. Entah itu para pebisnis maupun masyarakat biasa juga sudah mulai banyak memperbincangkan mengenai dunia kerja ini.
Kerja merupakan suatu proses dalam hidup kita yang selalu terjadi bahkan setiap saat kita lakukan. Dalam bekerja secara umum, kita sering mengenal yang disebut pembagian waktu kerja atau yang sering djuga disebut shift kerja. Para karyawan di sebuah perusahaan juga sudah memiliki jadwal pembagian kerja yang teratur. Bukan hanya para pekerja yang bekerja di sebuah rumah sakit, tapi saat ini berbagai instansi perusahaan juga menggunakan sistem pembagian kerja.
Dalam aspek-aspek penentu kepuasan kerja karyawan, jam kerja merupakan bagian dari kondisi kerja yang menjadi salah satu indikator dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (Munandar, 2001). 
Pengukuran kerja adalah suatu metode penetapan keseimbangan antara kegiatan manusia dikontribusikan dengan unit output yang dihasilkan. Waktu baku diperlukan terutama untuk perencanaan kebutuhan tertentu tenaga kerja (man power planning), perhitungan upah, penjadwalan produksi dan penganggaran, perencanaan sistem, pemberian bonus (insentif) bagi karyawan yang berprestasi, indikasi keluaran yang mampu dihasilkan oleh seorang pekerja.
Teknik-teknik pengukuran waktu kerja dapat dibagi 2 :
• Pengukuran waktu secara langsung, yaitu ; pengukuran yang dilaksanakan ditempat dimana pekerja yang diukur dilaksanakan
• Pengukuran secara tidak langsung, yaitu cara pengukuran kerja dengan menggunakan jam henti (stop watch)

Pengukuran waktu kerja dengan jam henti (stop watch), Pertama kali diperkenalkan oleh F. Taylor, metode ini baik sekali digunakan untuk pekerjaan2 langsung, singkat dan berulang ulang. Hasil pengukuran waktu baku untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan digunakan sebagai standar penyelesaian pekerjaan bagi semua pekerja yang sama.
Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia.Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari.
 Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan:
(1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja,
(2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan
(3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.     
Jam kerja terbagi menjadi jam kerja normal dan sistem shift. Menurut Suma’mur (1994), shift kerja merupakan pola waktu kerja yang diberikan pada tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan malam.
Monk dan Folkard (dalam Kyla, 2008) mengkategorikan tiga jenis sistem shift kerja, yaitu shift permanen, sistem rotasi cepat, dan sistem rotasi shift lambat. Dalam hal sistem shift rotasi, pengertian shift kerja adalah kerja yang dibagi secara bergilir dalam waktu 24 jam.
Monk dan Folkard (dalam Kyla, 2008) mengkategorikan tiga jenis sistem shift kerja, yaitu shift permanen, sistem rotasi cepat, dan sistem rotasi shift lambat. Dalam hal sistem shift rotasi, pengertian shift kerja adalah kerja yang dibagi secara bergilir dalam waktu 24 jam. Pekerja yang terlibat dalam sistem shift rotasi akan berubah-ubah waktu kerjanya, pagi, sore dan malam hari, sesuai dengan sistem kerja shift rotasi yang ditentukan. Di Indonesia, sistem shift yang banyak digunakan adalah sistem shift dengan pengaturan jam kerja secara bergilir mengikuti pola 5-5-5 yaitu lima hari shift pagi (08.00-16.00), lima hari shift sore (16.00-24.00) dan lima hari shift malam (24.00-08.00) diikuti dengan dua hari libur pada setiap akhir shift (Kyla, 2008).
Sistem kerja shift rotasi ada yang bersifat lambat, ada yang bersifat cepat. Dalam sistem kerja shift rotasi yang bersifat lambat, pertukaran shift berlangsung setiap bulan atau setiap minggu, misalnya seminggu kerja malam, seminggu kerja sore dan seminggu kerja pagi. Sedangkan dalam sistem kerja shift rotasi yang cepat, pertukaran shift terjadi setiap satu, dua, atau tiga hari (Scott&LaDou, dalam Adnan; 2002).

B. Efek dari pembagian shift kerja yang kurang baik
Shift kerja dalam sebuah perusahaan adalah hal yang sangat penting demi kelancaran proses kerja sebuah perusahaan. Namun di lain pihak, pembagian shift kerja yang kurang baik juga dapat memberi efek yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis seseorang. Pasalnya sebuah riset terbaru yang dirilis akhir November lalu menyebutkan bekerja shift malam memberikan peluang pada tubuh untuk memproduksi karsinogen (zat penyebab kanker). Bekerja malam tak hanya mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis tubuh).
Studi yang dilakukan International Agency for Research on Cancer (IARC), divisi kanker dari WHO, menegaskan terjaga di malam hari memicu sel kanker payudara bagi perempuan dan kanker prostat bagi pria. Karena kerja shift malam menjadi faktor karsionen. Para peneliti menduga kerja malam ini menganggu ritme sirkadian. Selain itu hormon melatonin yang berperan menghambat pertumbuhan tumor, normalnya diproduksi saat malam. Sehingga kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh mudah diserang sel kanker dan tidak memiliki kekuatan untuk menyerang balik. "Indikasi tersebut positif," ujar Vincent Cogliano, salah satu anggota IARC bagian unit pengklasifikasian bahan karsionogen. Cogliano juga mengatakan terjadi kenaikan angka penderita kanker pada para pekerja malam, meski pihaknya belum memperhitungkan kemungkinan adanya faktor lain. 
Selain itu, pembaguan kerja yang tidak teratur juga bisa memberi dampak psikologis contohnya stres dan akan memberi dampak juga terhadap kinerja karyawan perusahaan itu sendiri.
Maka dari itu, pembagian kerja seharusnya adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan oleh sebuh perusahaan agar para karyawannya bisa bekerja dengan baik dan dengan begitu juga kualitas produksi perusahaan tersebut bisa meningkat.

Jumat, 19 Maret 2010

Efek Antropometri terhadap kinerja karyawan serta dampak psikologisnya


Kinerja seorang karyawan sangat penting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat berkembang dengan baik dan teratur apabila karyawannya dapat memperlihatkan hasil yang memuaskan. Kinerja karyawan yang baik dan dapat memperlihatkan hasil yang maksimal apabila karyawan tersebut memiliki motivasi yang kuat terhadap pekerjaannya. Dukungan dari luar dan dalam perusahaan juga berperan penting terhadap kinerja seorang karyawan. Selain dua hal di atas , ada hal lain juga yang dapat  meningkatkan konerja seorang karyawan yaitu antropometri.
Antropometri berasal dari kata antrophos dan metros. Antrophos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh. Antropometri membicarakan ukuran tubuh manusia dan aspek-aspek segala gerakan manusia maupun postur dan gaya-gaya yang dikeluarkan. Dengan bantuan dasar-dasar antropometri, maupun aspek-aspek pandangan dan medan visual dapat membantu mengurangi beban kerja dan memperbaiki kerja dengan cara menyediakan tata letak yang optimal, termasuk postur kerja yang baik. Antropometri merupakan bagian dari ergonomi yang secara khusus mempelajari ukuran tubuh yang meliputi dimensi linier, berat, isi, meliputi juga ukuran, kekuatan, kecepatan dan aspek lain dari gerakan tubuh.
Dengan adanya antropometri ini , maka sebuah perusahaan dapat membuat alat perkantoran dan segala sesuatunya dapat di design dengan baik menurut postur tubuh seseorang. Efek antropometri juga sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu , antropometri juga dapat berpengaruh terhadap keadaan psikologis seorang karyawan.
Contohnya misalnya  kursi kerja seorang karyawan harus di desain dengan khusus dan mengikuti tinggi mejanya agar hasil kerja dari karyawan ini dapat memuasakan. Contoh lain misalnya , jarak antara perangkat komputer dengan kursi tempat duduk tidak terlalu jauh sehingga tangan bisa menjangkau dengan baik keyboard dari komputer tersebut.
Hal-hal di atas harus diperhatikan dalam sebuah perusahaan. Kinerja karyawan bisa meningkat juga karena hal di atas. Selain itu , apabila hal di atas tidak diperhatikan maka juga dapat berpengaruh terhadap keadaan psikologis seseorang misalnya marah , kecewa dan sebagainya.\
Selain itu hal-hal yang mempengaruhi dimensi antropometri manusia adalah sebagai berikut :
1.Umur


Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun.
2.Jenis kelamin
Pria pada umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali bagian dada dan pinggul.
3.Rumpun dan Suku Bangsa
4.Sosial ekonomi dan konsumsi gizi yang diperoleh
Kondisi ekonomi dan gizi juga berpengaruh terhadap ukuran antropometri meskipun juga bergantung pada kegiatan yang dilakukan.
5.Pekerjaan, aktivitas sehari-hari juga berpengaruh
6.Kondisi waktu pengukuran
Jadi , hal-hal di atas saling berkaitan dan juga dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Kamis, 25 Februari 2010

Masalah – masalah Ergonomi dalam hubungannya dengan ilmu Psikolog


Masalah adalah segala seuatu yang kita inginkan tapi tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Masalah sering kali kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak dapat luput dari masalah.
Seperti yang telah saya tulis di artikel pada blog saya kemarin , Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien. Ergonomi juga satu ilmu yang peduli akan adanya keserasian manusia dan pekerjaannya. Selain itu , ergonomi juga Ergonomi bertujuan membuat pekerjaan, peralatan, informasi, dan lingkungan yang serasi satu sama lainnya. 

Ergonomi adalah cabang ilmu yang bisa meringankan pekerjaan manusia pada khususnya. Contohnya , kursi para karyawan di kantor-kantor sudah didesain sedemikian rupa sehingga mempermudah dalam berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan memperlancar proses pengerjaan tugas-tugas. Dan contoh lain yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selain hal di atas , ada juga hal-hal yang bisa menjadi masalah dalam ergonomi yang berkaitan dengan ilmu psikologi. Misalnya dilihat dari :
1.      Posisi duduk dan posisi berdiri, posisi duduk dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja. Sedangkan posisi berdiri dimana posisi tulang belakang vertikal dan berat badan tertumpu secara seimbang pada dua kaki.
2.      Proses Kerja
Para pekerja dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan posisi waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya. Harus dibedakan ukuran anthropometri barat dan timur.
3.      Tata letak tempat kerja
Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas kerja. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional lebih banyak digunakan daripada kata-kata.


4.      Mengangkat beban
Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban yakni, dengan kepala, bahu, tangan, punggung dsbnya. Beban yang terlalu berat dapat menimbulkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian akibat gerakan yang berlebihan.
a.       Menjinjing beban
Beban yang diangkat tidak melebihi aturan yang ditetapkan ILO sbb:
- Laki-laki dewasa 40 kg
- Wanita dewasa 15-20 kg
- Laki-laki (16-18 th) 15-20 kg
- Wanita (16-18 th) 12-15 kg
b.  Organisasi kerja
Pekerjaan harus di atur dengan berbagai cara :
- Alat bantu mekanik diperlukan kapanpun
- Frekuensi pergerakan diminimalisasi
- Jarak mengangkat beban dikurangi
- Dalam membawa beban perlu diingat bidangnya tidak licin dan mengangkat tidak terlalu tinggi.
- Prinsip ergonomi yang relevan bisa diterapkan.
c.  Metode mengangkat beban
Semua pekerja harus diajarkan mengangkat beban. Metode kinetic dari pedoman penanganan harus dipakai yang didasarkan pada dua prinsip :
- Otot lengan lebih banyak digunakan dari pada otot punggung
- Untuk memulai gerakan horizontal maka digunakan momentum
berat badan.
Hal – hal di atas berhubungn dengan psikomotorik seseorang. Jika hal – hal di atas tidak diperhatikan maka akan berdampak ke sisi fisiologis dan psikologis seseorang. Ke sisi fisiologisnya kita bisa langsung lihat dampaknya , misalnya , orang tersebut bisa jadi bungkuk apabila mengangkat barang-barang yang berat. Dan untuk sisi psikologisnya , dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya yang bungkuk seperti itu.


Contoh yang nyata dalam masyarakat kita misalnya para pedagang saat zaman dulu bila membawa barang daganganya ke pasar , jarang dari mereka yang menggunakan alat transportasi. Mereka hanya membawa barang dagangannya dengan meletakkan di atas punggung mereka. Akhirnya , saat ini mereka menjadi bungkuk. Tapi di zaman modern sekarag ini , para pedagang membawa barang daganganya menggunakan mobil atau alat angkutan lain untuk mempermudah membawa barang dagangan mereka.
                                                    

Jumat, 12 Februari 2010

Fungsi ergonomi dalam kelangsungan hidup manusia dalam segala aspek kehidupan

Hai semua.....
Hmhmhmhmhm....tidak terasa sekarang kita masuk ke semester baru lagi....
Sekarang saya akan coba membahas tentang fungsi dari ergonomi dalam kelangsungan hidup manusia...

Pertama - tama saya akan membahas Apa arti dari Ergonomi itu sendiri...

Ergonomi berasal dari bahasa Latin yaitu Ergos (kerja) dan Nomos (hukum alam) dan dapat didefenisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan perancangan/desain.

Selain itu , ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien
Ergonomi juga satu ilmu yang peduli akan adanya keserasian manusia dan pekerjaannya. Ilmu ini menempatkan manusia sebagai unsur pertama, terutama kemampuan, kebolehan, dan batasannya. Ergonomi bertujuan membuat pekerjaan, peralatan, informasi, dan lingkungan yang serasi satu sama lainnya. Metodenya dengan menganalisis hubungan fisik antara manusia dengan fasilitas kerja. Manfaat dan tujuan ilmu ini adalah untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat bekerja. Dengan demikian Egonomi berguna sebagai media pencegahan terhadap kelelahan kerja sedini mungkin sebelum berakibat kronis dan fatal..

Ergonomi sangat banyak memiliki fungsi dalam aspek kehidupan manusia. Apalagi dalam dunia perkantoran , ergonomi sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan mempermudah karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas.
Peran ergonomi dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
  1. Perancangan produk.
  2. Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja.
  3. Meningkatkan produktivitas kerja.
Sasaran dari Ergonomi yaitu meningkatkan para pengguna agar dapat mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam kondisi yang nyaman, aman dan tenteram. Adapun lingkup kajian Ergonomi dapat dikelompokkan dalam 4 bidang lingkup kajian, yaitu :
  1. Display.
  2. Display adalah alat yang menyajikan informasi tentang lingkungan yang dikomunikasikan dalam bentuk tanda-tanda atau lambang-lambang.
  3. Kekuatan fisik manusia (Fisiologi).
  4. Penelitian ini mencakup mengukur kekuatan/daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktifitas tersebut.
  5. Ukuran/dimensi dari tempat kerja (antropometri).
  6. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan ukuran tempat kerja yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia, dipelajari dalam antropometri.
  7. Lingkungan fisik.
  8. Penelitian ini berkenaan dengan perancangan kondisi lingkungan fisik dari ruangan dan fasilitas-fasilitas dimana manusia bekerja. Hal ini meliputi perancangan cahaya, suara, warna, temperatur, kelembaban, bau-bauan dan getaran pada suatu fasilitas kerja.
Misalnya dalam perancangan produk suatu Handphone. Dengan memperhatikan faktor-faktor Ergonomi maka hasil perancangan akan mengarah kepada kenyamanan dalam menggunakannya. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan handphone agar Ergonomi yaitu:
  1. Penggunaan display layar, warna keypad, warna handphone sehingga memudahkan pembacaan dan tidak melelahkan mata.
  2. Perancangan dimensi handphone sehingga ukuran menyesuaikan dengan ukuran standar manusia.
  3. Perancangan berat handphone sehingga tidak melelahkan manusia saat dibawa.
  4. Desain ukuran keypad sehingga memudahkan jari-jari kita untuk navigasi.
  5. Penggunaan sistem operasi yang ada didalamnya sehingga memudahkan orang dalam menggunakannya.
Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas desain ataupun redesain. Ergonomi dapat berperan pula dalam desain pekerjaan pada suatu organisasi misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja (shift kerja) dan meningkatkan variasi pekerjaan. Agar dapat menghasilkan rancangan sistem kerja yang baik perlu dikenal sifat-sifat, keterbatasan serta kemampuan yang dimiliki manusia. Dalam sistem kerja manusia berperan sentral yaitu sebagai perencana, perancang, pelaksana dan pengevaluasi sistem kerja yang bekerja secara keseluruhan agar diperoleh hasil kerja yang baik atau memuaskan.

Contoh yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu :

  • Kursi mobil saat ini sudah dirancang sedemikian  rupa sehingga membuat nyaman pengemudi dan penumpangnya. 
  • Kursi yang ada di perkantoran sekarang ini sudah dirancang agar dapat berputar 360 derajat agar memudahkan karyawan dalam menyelesaikan tugas dan berkomunikasi dengan karyawan lainnya.
  • Alat-alat di pabrik dirancang dengan sangat canggih agar dapat mempermudah para buruh dalam menyelesaikan tugasnya.
  • Suhu ruangan disesuaikan dengan keadaan kantor untuk kenyamanan orang-orang yang ada di dalamnya.
  • Pencahayaan juga perlu dibuat dengan sangat baik agar dapat mempermudah dan mempercepat tugas-tugas di kantor.
  • Suara harus dapat dikondisikan dengan baik agar tidak mengganggu konsentrasi karyawan saat bekerja di kantor.
Semua hal di atas dapat memberi efek psikologis yang sangat baik bagi para karyawan dan juga sangat memanusiakan manusia.

Demikian sedikit yang dapat saya bagikan kepada pembaca. Semoga bisa berguna. 

    Jumat, 18 Desember 2009

    Pencegahan Ketidakpuasan Kerja pada Karyawan

          Ketidakpuasan adalah salah satu hal yang sangat menghambat seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan apalagi para pekerja yang berjuang mati-matian dalam meningkatkan prestasi kerjanya tapi harus menerima kenyataan kalau dia belum bisa berhasil. Selain itu juga , faktor-faktor di sekitarnya yang kurang mendukung mereka untuk meningkatkan prestasi mereka.
          Hal ini dapat menimbulkan stres dan depresi bagi para pekerja. Menurut Phillip L. Rice, Penulis buku Stress and Health, seseorang dapat dikategorikan mengalami stress kerja jika :
    Urusan stress yang dialami melibatkan juga pihak organisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Namun penyebabnya tidak hanya di dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga menjadi penyebab stress kerja.Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu.Oleh karenanya diperlukan kerja sama antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan stress tersebut.Menurut Terry Beehr dan John Newman (1978) gejala stress kerja dapat di bagi dalam 3 (tiga) aspek, yaitu gejala psikologis, gejala psikis dan perilaku.
    Stress kerja sekecil apapun juga harus ditangani dengan segera. Seorang ahli terkenal di bidang kesehatan jiwa, Jere Yates (1979,) mengemukakan ada delapan aturan main yang harus diikuti dalam mengatasi stress yaitu:
    1. Pertahankan kesehatan tubuh Anda sebaik mungkin, usahakan berbagai cara agar anda tidak jatuh sakit
    2. Terimalah diri Anda apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan, kegagalan maupun keberhasilan sebagai bagian dari kehidupan Anda
    3. Tetaplah memelihara hubungan persahabatan yang indah dengan seseorang yang Anda anggap paling bisa diajak curhat
    4. Lakukan tindakan positif dan konstruktif dalam mengatasi sumber stress Anda di dalam pekerjaan, misalnya segera mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan
    5. Tetaplah memelihara hubungan sosial dengan orang-orang di luar lingkungan pekerjaan Anda, misalnya dengan tetangga atau kerabat dekat
    6. Berusahalah mempertahankan aktivitas yang kreatif di luar pekerjaan, misalnya berolahraga atau berekreasi
    7. Melibatkan diri dalam pekerjaan-pekerjaan yang berguna, misalnya kegiatan sosial dan keagamaan
    8. Gunakanlah metode analisa yang cukup ilmiah dan rasional dalam melihat atau menganalisa masalah stress kerja Anda.
          Selain itu , ada beberapa hal yang bisa mencegah agar ketidakpuasan kerja itu bisa dihindari , yaitu :
    1. Memberi sedikit pekerjaan yang menantang bagi karyawan agar dia bisa mengasah skill yang dia miliki dan skill itu juga bisa dikembangkan lewat pekerjaan yang menantang itu.
    2. Atasan yang baik dan mau mengerti keluhan dari para bawahan juga hal yang sangat penting akan hasil pekerjaan yang memuaskan.
    3. Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
    4. Promosi(Promotion),Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karir selama bekerja.
    5. Gaji/Upah(Pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.
         Bila hal-hal di atas bisa dipertimbangkan dengan lebih baik lagi oleh perusahaan maka ketidakpuasan kerja para karyawan mereka dapat diatasi.
         Ada satu contoh kasus yang bisa saya angkat. Kakak dari teman saya bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama. Dia sudah bekerja di perusahaan tersebut hampir 5 tahun. Saat dia menginjak usia 4tahun bekerja di tempat itu , dia merasa bosan dan merasa tidakpuas dengan hasil kerjanya selama ini. Dia merasa tertekan bekerja di tempat itu karena bosnya yang terlalu perfeksionis dalam menilai suatu pekerjaan karyawannya. Suatu hari , dia meminta untuk mengundurkan diri dan mencari kerja di tempat lain. Tapi sayang , niatnya tersebut tidak disetujui oleh bosnya karena dia merupakan orang yang memegang peranan penting di perusahaan tersebut. Akhirnya bosnya menawarkan dia sejumlah gaji yang besar dan rumah beserta isinya. Selain itu , bosnya juga berjanji untuk bisa bersosialisasi dengan baik dengan para karyawannya. Setelah dia mendapat tawaran yang besar itu , dia mengurungkan niatnya untuk mengundurkan diri dan tetap melanjutkan kerja di perusahaan tersebut. Setelah beberapa bulan , ternyata prestasi dia semakin meningkat dan dia akhirnya puas dengan semua hasil kerjanya.
          Dari kasus di atas , kita dapat menarik kesimpulan bahwa , upah yang besar dan lingkungan serta hubungan antara bos dan karyawan sangat mempengaruhi prestasi dan kepuasan para karyawan dalam menilai pekerjaan mereka.
          Sekian.........

    Kamis, 17 Desember 2009

    Ketidakpuasan Kerja pada Karyawan

          Setelah saya membahas tentang kepuasan kerja , saya giliran saya untuk membahas tentang ketidak puasan kerja para karyawan. Apabila kepuasan kerja itu sendiri merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaan secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya , maka ketidakpuasan kerja adalah sikap negatif atau penilaian negatif para pekerja terhadap pekerjaan mereka yang tidak memuaskan. Hal ini sangat memprihatinkan bagi produktivitas para karyawan terlebih perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang.
          Sangat meresahkan apabila suatu perusahaan yang sedang berkembang tetapi kinerja para karyawannya tidak memberikan hasil yang memuaskan yang bisa meningkatkan prestasi dari perusahaan itu sendirii. Ada beberapa faktor yang mendukung ketidakpuasan itu bisa timbul , diantaranya :
    1. Ciri-ciri Intrinsik Pekerjaan
        Menurut Locke, ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan yang menetukan kepuasan kerja ialah keragaman, kesulitan,jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan kreativitas, terdapat satu unsur yang dijumpai pada ciri-ciri intrinsik yaitu tantangan mental. Tetapi bila ini tidak dapat diseimbangkan maka akan menimbulkan ketidakpuasan bagi para pekerja.
    2. Gaji Penghasilan, Imbalan yangn Dirasakan Adil (Equittable Reward)
     Uang memang mempunyai arti yang berbeda- beda bagi orang yang berbeda-beda . Dengan menggunakan teori keadilan dari Adams dilakukan berbagai penelitian dan salah satu hasilnya ialah bahwa orang yang menerima gaji yang terlalu kecil atau terlalu besar akan mengalami disterss atau ketidakpuasan.
    3. Penyeliaan
     Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana penyelia membantu tenaga kerja, untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa. Penyeliaan merupakan salah satu faktor juga dari kelompok faktor hygiene dari Herzberg.
    4. Rekan- rekan Sejawat yang Menunjang
    Hubungan yang ada antarpekerja adalah hubungan ketergantungan sepihak , yang bercorak fungsional. Kepuasan kerja yang ada pada para pekerja timbul jika terjadi hubungan yang harmonis dengan tenag kerja yang lain. Didalam kelompok kerja dimana pekerja harus bekerja sagabai satu tim, kepuasan kerja mereka dapat timbul karena kebutuhan-kebutuhan tingkat tinggi mereka (kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi) dapat dipenuhi dan mempunyai dampak pada motivasi kerja mereka.
    Bila hal-hal di atas tidak dapat saling menunjang makan akan menimbulkan ketidakpuasan para pekerja.
    Salah satu contoh ketidakpuasan pekerja dapat saya tunjukkan pada kasus berikut :
    Senin, 19/10/2009 11:15 WIB
    Tolak Pemotongan Gaji
    Buruh Maspion Demo, Lalin di Aloha Padat
      Sidoarjo - Aksi yang dilakukan karyawan PT Maspion II dan III membuat arus lalu lintas di Aloha, Gedangan padat merambat, Senin (19/10/2009). Ini dikarenakan para buruh berhenti menjemput teman-temannya yang berada di Unit I di Aloha untuk unjuk rasa. Kepadatan arus lalu lintas dirasakan dari arah Surabaya ke Sidoarjo dan Sidoarjo ke Surabaya. Kepadatan di sisi Surabaya ke Sidoarjo ini dipengaruhi jalur putar balik dari arah Bandara Juanda di Bundaran Aloha yang tersendat dan mempengaruhi pergerakan mobil dan sepeda motor ke Sidoarjo.

    Tampak puluhan polisi berjaga di depan pintu gerbang pabrik Maspion I. Sementara itu polisi lalu lintas terlihat mengatur arus lalu lintas. Para pengguna diminta mencari jalan alternatif untuk menghindari kepadatan di Aloha.Buruh Maspion ini melakukan aksi unjuk rasa mempertanyakan pemotongan upah sepihak oleh perusahaan sebesar Rp 50 ribu. "Upah kita totalnya Rp 995 ribu, tapi tanpa ada pemberitahuan upah kita dipotong oleh perusahaan," kata Bagus salah satu pengunjukrasa dari Maspion III.

    Ini sangat berhubungan langsung dengan teori pertentangan dari locke menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan penimbangan dua nilai : 1. pertentangan yang dipersepsikan antara apa yang diinginkan seseorang individu dengan apa yang diterima ; 2. pentingnya apa yang diinginkan bagi individu.
    Menurut Locke seseorang individu akan merasa puas atau tidak puas merupakan sesuatu yang pribadi, tergantung bagaimana ia mempersiapkan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan dan hasil keluarnya. Sama halnya dengan pekerja diatas , mereka sangat tidakpuas dengan hasil kerja mereka karena adanya faktor yang tidak mendukung pekerjaan mereka.

    Sekian..........

    Rabu, 16 Desember 2009

    Kepuasan Kerja pada Karyawan

          Selain motivasi , yang perlu di perhatikan oleh sebuah perusahaan terhadap karyawan-karyawan mereka adalah kepuasan kerja. Dimana kepuasan kerja ini sangat membantu agar perusahaan ini dapat berkembang terus atau tidak. Sebuah perusahaan itu dapat berkembang apabila karyawan-karyawannya memiliki kepuasan kerja terhadap tugas-tugas mereka.
          Di sini saya akan sedikit memaparkan arti dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja seseorang.
    1. Arti Kepuasan Kerja
          Kepuasan kerja berarti perasaan mendukung atau tidak mendukung yang dialami [pegawai] dalam bekerja.
    Selain itu , menurut Wexley dan Yukl: mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya.
    Selain itu menurut Handoko : Keadaan emosional yang menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini dampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
    Dari beberapa defenisi di atas , saya bisa menyimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang dialami oleh para karyawan dalam menanggapi usaha dan hasil kerjanya.
    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja di antaranya :
    1. Pekerjaan itu sendiri (Work It self), Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidang nya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
    2. Atasan(Supervision), atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
    3. Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
    4. Promosi(Promotion),Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karir selama bekerja.
    5. Gaji/Upah(Pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.
    Selain itu ada faktor lain yaitu :
    1. Kerja yang secara mental menantang
          Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan karyawan akan mengalamai kesenangan dan kepuasan.
    2. Ganjaran yang pantas
          Pemberian upah yang baik didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar pengupahan komunitas kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan.
     3. Kondisi kerja yang mendukung
          Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas.
     4. Rekan kerja yang mendukung
          Bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan menyenagkan dapat menciptakan kepuasan kerja yang meningkat. Tetapi Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan.
     5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
          Pada hakikatnya orang yang tipe kepribadiannya kongruen (sama dan sebangun) dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka. Dengan demikian akan lebih besar kemungkinan untuk berhasil pada pekerjaan tersebut, dan karena sukses ini, mempunyai kebolehjadian yang lebih besar untuk mencapai kepuasan yang tinggi dari dalam kerja mereka.
    Salah satu contoh kasus yang dapat saya ambil yaitu demo yang dilakuakn para karyawan Coca-Cola di WPI Senin 7 Desember kemarin.
    Ribuan Karyawan Coca-Cola Demo di WPI
    Jakarta - Ribuan karyawan PT Coca-cola menggelar unjuk rasa di Wisma Pondok Indah (WPI), Jakarta Selatan. Mereka tampak menggunakan ikat kepala putih dan berpakaian orange.TMC Polda Metro Jaya, menyatakan karyawan PT Coca Cola dari Cakung ini datang menggunakan 10 Bus dan 6 Metro Mini. Mereka menuntut upah yang diberikan perusahaan sesuai UMR.Sementara itu, Michel, salah seorang pengguna jalan menyatakan demo tersebut tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas di PI. "Lalu lintas di sekitar Wisma Pondok Indah masih lancar," katanya.
    Ini adalah salah satu contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini sangat memprihatinkan terhadap kepuasan kerja para karyawan coca-cola. Seperti yang telah saya ungkapkan di atas bahwa Upah terhadap para karyawan sangat menentukan tingkat kepuasan kerja karyawan. 

          Hanya ini yang dapat saya tuliskan , semoga berkenan buat kita semua.........