Sabtu, 24 Oktober 2009

Struktur Organisasi

A.Pengertian Struktur Organisasi 

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.

Struktur suatu Organisasi menggambarkan bagaimana organisasi itu mengatur dirinya sendiri, bagaimana mengatur hubungan antar orang dan antar kelompok.
Struktur Organisasi adalah suatu keputusan yang diambil oleh organisasi itu sendiri berdasakan situasi, kondisi dan kebutuhan organisasi.
Struktur suatu Organisasi ada kaitannya dengan tujuan, sebab struktur organisasi itu adalah cara organisasi itu mengatur dirinya untuk bisa mencapai tujuan yang ingin dicapainya.
Struktur Organisasi adalah unik untuk setiap organisasi.
Proses Organisasi:
 


1. HUBUNGAN ANTAR PERANAN :
  - Ada saling pengertian ?
  - Hubungan timbal balik.
  - Aktivitas organisasi terjadi atas dasar adanya hubungan antar peranan.

2. KOMUNIKASI :
  - Bagaimana mereka saling berkomunikasi.
  - Seberapa akurat dan tepat waktu.
  - Seharusnya proses ini effektif.
  - Komunikasi adalah awal interaksi.
  - Komunikasi yang effektif menghasilkan interaksi yang produktif.

3. PENGENDALIAN (CONTROL) :
  - Bagaimana perilaku anggota dikendalikan.
  - Effektivitas hubungan pimpinan -- anggota.
  - Pengendalian meliputi kegiatan pemantauan
    dan pengenaan sanksi.

4. KOORDINASI :
          - Perhatian yang diberikan pada berbagai kegiatan   diarah-
            kan pada tujuan.
          - Bertujuan mengurangi salah pengertian dan konflik antara orang-
            orang yang melakukan berbagai kegiatan.
          - Pastikan bahwa semua bergerak ke arah tujuan yang sama.

5. SOSIALISASI :
          - Bagaimana cara anggota baru diperkenalkan pada sistem ?
          - Cara-cara yang formal maupun informal.
          - Apakah proses ini dilakukan dan mencukupi?
          - Tanpa sosialisasi yang cukup anggota baru akan lama menyesuaikan
             diri dengan organisasi.

6. SUPERVISI :
          - Kombinasi pengawasan dan pembinaan.
          - Orientasinya pada perbaikan, bukan pada pemberian sanksi/penghu-
            kuman.
          - Kepemimpinan seharusnya bersifat membina / membimbing / mem-
            perbaiki / melatih, tidak memerintah, reaktif, mempermalukan, meng-
            hukum. 



4 Elemen Struktur Organisasi
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2. Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.


contoh kasus:
"sebuah organisasi memiliki strukture yang baik. namun dalam kenyataannya, organisasi tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. hal itu disebabkan karena pemimpinnya yang memiliki ego yang sangat besar dan para karyawan yang tidak dapat bekerja dalam team dengan solid dan kompak"



Sabtu, 10 Oktober 2009

Wewenang dan Kekuasaan

setiap orang didunia pasti pernah diberikan wewenang dan tanggung jawab.
jika seseorang menerima wewenang dari orang lain berarti orang tersebut memperoleh hak untuk dapat melakukan tanggung jawab sesuai batasan wewenangnya tersebut.

"Wewenang (authority) yaitu hak untuk member perintah, dan kekuasaan untuk memintah dipatuhi.
Wewenang di bedakan menjadi dua yaitu wewenang personalan wewenang ofisial.
Wewenang personal yang bersumber pada intelegensia, pengalaman nilai normal, kesanggupan untuk memimpin.
Wewenang ofisial merupakan wewenang resmi yang di terima dari wewenang yang berada di atasnya.
Tanggung jawab yaitu tugas dan fungsi yang harus di kerjakan, untuk itu di perlukan wewenang dari pihak di atasnya, dan sanksi agar di patuhi oleh orang yang menerima.
  1. Dicipline melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama, sebab tanpa  disiplin tidak akan mencapai kemajuan.
  2. Unity of command (satu kesatuan peritah) yaitu setiap bawahan hanya menerima instruksi dari serang atasan untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab. Bila hal ini di langgar maka wewenang akan berkurang, dan disiplin terancam serta stabilitas akan goyah.
  3. Unity of direction yaitu seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manager.
  4. Subordination of Individual Interest to General Interest yaitu kepentingan seseorang tidak boleh diatas kepentingan bersama atau organisasi.
  5. Renumeration yaitu gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan artinya konpesasi harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
  6. Centralization, Standard and Decentralization merupakan pembagian kekuasaan. Sentralisasi biasa di pakai pada organisasi kecil. Bila utiiki peranan di berikan kepada bawahan lebih besar maka di gunakan desentralisasi (organisasi besar).
  7. Scalar Chain (garis wewenang) yaitu jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali kekuasaan terakhir agar mempermudah komunikasi antar pegawai yang setingkat.
  8. Order,berlaku untuk setiap orang untuk setiap tempat, artinya setiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat berdasarkan kemamuan, bakat dan minatnya.
10.  Equity (persamaan perlakuan dalam organisasi), untuk merangsang agar pekerja melaksanakan pekerjaan dengan baik, sungguh-sungguh dan penuh kesetiaan.
11.  Stability of  Tonure of Personal (penyesuain dalam melaksanakan pekerjaan baru). turn over (perputaran) tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.
12.  Initiative, bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan, dan menyelesaikan pekerjaannya walaupun ada kesalahan yang mungkin terjadi.
13.   Esprit the Corps, persatuan merupakan keleluasaan dan pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan,dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps."(dikutip dari muhammadrizky.ngeblogs.com)

contoh kasus :
"Terdapat seorang pemimpin, yang memiliki wewenang untuk memerintah suatu perusahaan. akan tetapi wewenang ini sering disalah gunakan oleh pemimpin tersebut. lama-kelamaan pemimpin itu mulai dibenci oleh para anak buahnya. karena merasa kalau pemimpinnya sudah melenceng dari wewenangnya tersebut. sehingga pada suatu saat, terjadilah unjuk rasa, kudeta didalam perusahaan tersebut dan terpaksa pemimpin tersebut harus mengundurkan diri dari jabatan dan wewenang yang diberikan"

wewenang adalah sebuah tanggung jawab. jika kita tidak bisa menjaga, memelihara, dan melaksanakan wewenang tersebut dengan benar, maka dengan sendirinya kita akan jatuh oleh wewenang itu sendiri.

Rabu, 23 September 2009

Kepemimpinan

Sifat pemimpin adalah faktor mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manager


"Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:

  1. pemimpin sebagai subjek, dan.


  2. yang dipimpin sebagai objek.

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya."( Pakde Sofa, http://massofa.wordpress.com/2008/02/05/teori-kepemimpinan/)

Menurut George Terry, Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok.

Menurut Cyriel O'Donnell, kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum.






Dan setiap manusia pasti memiliki gaya kepemimpinan sendiri, berikut ini adalah teori timbulnya kepemimpinan yaitu :
1. Teori Keturunan (Heriditary Theory)
2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory)
3. Teori Lingkungan (Ecological Theory)

Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat :

1. Teori Keturunan
Inti daripada teori ini, ialah :
a. Leaders are born not made.
b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan.
c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.

2. Teori Kejiwaan.
a. Leaders are made and not born.
b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.
c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis
a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.
b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.
c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social.
d. Teori yang mendekati kebenaran.  


Teori kepemimpinan dibagi menjadi 2, yaitu :

Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat

Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

• Machiavelli
Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :
a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan
b. Peratuaran dan perundang – undangan
c. Pemindahan dan pengangkutan
d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan
e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.
f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan
g. Bertani dan pekerjaan lainnya.

• Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:
a. Wijana, sikap bijaksana
b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati
c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya.
e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas).
f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi.
g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi.
h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif.
i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang.
j. Disyacitra, Jujur terbuka.
k. Tancatrisan, tidak egoistis.
l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam.
m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran.
n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik.
o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan.

• Ajaran Hasta Brata.
Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah :
a. Sifat matahari (surya) Yaitu:
- Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk.
- Menjadi penerang selurah rakyat.
- Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa.
b. Sifat bulan (candra) yaitu:
- Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan)
- Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing.
c. Sifat Bintang (kartika) yaitu:
- Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan
d. Sifat Awan yaitu :
- Dapat menciptakan kewibawaan
- Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat.
e. Sifat Bumi yaitu:
- Ucapanya sederhana.
- Teguh, dan kokoh pendiriannya.
f. Sifat Samudera,yaitu:
- mempunyai pandangan yang luas
- membuat rakyat seia sekata.
g. Sifat Api (Agni) yaitu:
- Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu.
h. Sifat Angin (Bayu) yaitu :
- terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah.
- Bersikap adil terhadap siapa pun.

• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation, responsibility,achievement).


C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku

Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.

Ada beberapa tipe kepemimpinan.
1. Tipe Otoriter
Tipe ini mempunyai sifat-sifat:
a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin
b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin
c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin .
d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .
e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .

2. Tipe Demokratis
a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah .
b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.
c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .
d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta .
e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa .
f. Mengutamakan kerjasama .

3. Tipe Semuanya
a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .
b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .
c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin .
d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .
Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:

4. Tipe Militeristis
a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .
b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan .
c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .
d. Sukar menerima kritik .
e. Menggemari berbagai upacara .

5. Tipe Paternalistik
a. Bersikap melindungi bawahan .
b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .
c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif .
d. Bersikap maha tahu .

6. Tipe Karismatis
a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .
b. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .

Disamping teori yang telah dikemukakan diatas, ada teori lain yang Dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”.
Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Ketiga pola dasar tersebut :
1. Berorientasi tugas (task orientation).
2. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).
3. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation).

Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah:
1. Deserter
2. Bureaucrat
3. Missionary
4. Developer
5. Autocrat
6. Benevolent autocrat
7. Compromiser
8. Executive 

Berikut ini adalah contoh kasus dari seorang pemimpin :
" Seorang manager dari suatu perusahaan terkemuka memiliki sifat pemimpin yang ramah dan friendly terhadap semua bawahannya. hal tersebut membuat bawahannya tidak menjadi takut untuk mengularkan ide-ide serta gagasan yang baru untuk perusahaan tersebut"

pemimpin seperti contoh diatas bersifat karismatik karena disenangi oleh semua bawahannya. 
antara pemimpin dan bawahan sepertinya tidak dibatasi apa-apa.


bawahan dapat dengan mudahnya mengungkapkan ide-ide mereka tampa ada rasa takut atau tekanan.
akan tetapi pemimpin seharusnya memiliki sifat yang balance, agar wibawa mereka sebagai pemimpin tidak hilang, akan tetapi para karyawan tetap nyaman.


 


Minggu, 20 September 2009

Hari niy gw bingung bget......... Ga tw gw mow ngpain....
Co gw sbuk kRja.. Gw da ssai kuliah n msih mlez moow pulang k'HuMz.........
huffff.........'
Ngpain ya enaknya?

coba-coba

hi.............
aWaLnya gw ga niat bgt niy mw bKin bLog......... Tp namanya tugas ya mw di apain Lg?
Tp ada b9uZnya jg gw bkin niy bLog , biar gw bs cuRhat , hehehe....
Gw mow n9omong apa Lg ya? tb2 gw iLaNg ingatan niy........
Btw , anyway , busway..........
hari niy gW bingung bgt , kuLnya cm 1 n biz itu ssai d........
biNun niy mow ngpain klagi gw..... Gw aKhirnya bKin bLog aja d... Sneng jg c bs buat niy blog....
Whohoho.....

Sabtu, 19 September 2009

Motivasi

Menurut Pinder definisi dari motivasi adalah“a set of energetic forces that originates both within as well as beyond an individual’s being, to initiate work-related behaviour, and to determine its form, direction, intensity, and duration” (Pinder, dalam Donovan, 2001, p.53).

Dalam arti yang lain, motivasi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan, kekuatan yang dapat mendorong, memotifasi, maupun menstimulus seseorang maupun sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut lebih baik dan lebih cepat.


Teori Motivasi
Teori motivasi dikembangkan oleh Abraham H.Maslow. teori tersebut menghasilkan 5 tingkat hirarki kebutuhan, yaitu :
  1. Kebutuhan Fisiologi, mencakup rasa lapar, haus, istirahat dan sex.
  2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual.
  3. Kebutuhan akan kasih sayang.
  4. Kebutuhan akan harga diri.
  5. Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata
Selain teori motivasi terdapat beberapa teori-teori yang lain, seperti :
  • Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi), teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.
  • Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG), Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan).
  • Teori Herzberg (Teori Dua Faktor), Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
  • Teori Keadilan, Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima.
  • Teori penetapan tujuan (goal setting theory), Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : 
    •  tujuan-tujuan mengarahkan perhatian
    •  tujuan-tujuan mengatur upaya
    •  tujuan-tujuan meningkatkan persistensi
    •  tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.
  • Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan ), motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu.
  • Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku, model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif.
  • Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi,  Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model.

Berikut ini adalah sebuah contoh kasus mengenai motivasi :
"Sebuah perusahaan garmen baru-baru ini mem-PHK banyak sekali pekerjanya guna menyelematkan perusahaannya tersebut. hal ini tentu saja malah membuat motivasi para pekerja yang tidak di PHK menjadi menurun dikarenakan harus bekerja dalam ketakutan akan bernasib sama dengan rekannya yang di PHK."

dari contoh kasus diatas dapat kita lihat bagaimana kondisi psikologi seseorang dapat mempengaruhi dalam motivasi kerjanya. hal ini sama seperti faktor teori motivasi Abraham H.Maslow yang ke-2 yaitu mengenai keamanan. dimana para pegawai dari perusahaan tersebut merasa tidak nyaman dan aman dalam bekerja. setiap saat dihantui oleh perasaan akan takut di PHK. tentu saja hal ini akan berpengaruh kepada kualitas dan kuantitas dari hasil produksi perusahaan tersebut. kualitas dari garmen yang diproduksi akan menurun, begitupun kuantitasnya. jika hal ini tidak cepat di selesaikan oleh manajemen perusahaan tersebut, maka perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama karena sedikit demi sedikit akan kehilangan customernya. hal yang membuat motivasi para pekerja menurun karena tidak terpenuhinya faktor ke-2 dari teori motivasi, sehingga tidak dapat beralih atau memenuhi faktor-faktor motivasi yang lain.