Minggu, 26 September 2010

Psikologi Konsumen

Sebelum kita lebih mendalami apa arti dari Psikologi Konsumen itu sendiri, ada baiknya kita mengetahui arti dari konsumen itu sendiri. Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.” Selain itu, menurut Wikipedia, "Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan."
Ada Dua wujud konsumen
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
Sedangkan Psikologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku seseorang.
Jadi, Psikologi Konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku seseorang dalam hal pemakaian barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Psikologi Konsumen itu sendiri sama dengan Perilaku Konsumen.Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka.Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.

Berdasarkan pada tingkat keterlibatan dan pengambilan keputusan ada empat tipe perilaku konsumen, yaitu :
Proses keterlibatan tinggi :
1. Pengambilan keputusan yang kompleks
2. Kesetiaan merek
Proses keterlibatan rendah :
3. pengambilan keputusan terbatas, dan
4. Inertia.


Ujang Sumarwan (2000) 
secara sederhana menjelaskan studi perilaku konsumen meliputi hal-hal 
sebagai berikut:



1.Apa yang dibeli konsumen? (what they buy?),

2.Mengapa konsumen membelinya? (why they buy it?),
3.Kapan 
mereka membelinya? (when they buy it?),


4.Dimana mereka 
membelinya? (where they buy itu?),


5.Berapa sering mereka 
membelinya? (how often they buy itu?),


6.Berapa sering mereka 
menggunakannya? (how often they use it?)


Adapun contoh dari kasus perilaku konsumen ini adalah:

1. Proses jual beli antara tukang sayur dan pembeli atau konsumer sayur di pasar.
2. Pemakaian barang-barang yang telah konsumer beli.
3. Pemilihan barang yang akan dibeli dan dipakai








Daftar Pustaka:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://www.tunardy.com/pengertian-konsumen-menurut-uu-pk/