Jumat, 08 Oktober 2010

Konsep Konsumsi, Konsumen, Konsumtif dan Konsumerisme

    Dari judul di atas, ada 4 kata yang berkaitan dengan kata konsumen. Dalam tulisan ini, kita akan membahas satu per satu dari kata-kata di atas.
A. Konsumsi
    Ditinjau dari katanya, kita semua tentunya sudah mengetahui kata tersebut dan bahkan mungkin setiap hari kita melakukannya.Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.
  Tujuan dari konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut.
    Tingkat konsumsi seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang berkaitan. Seseorang membelanjakan uang yang dimiliki sebelumnya dipengaruhi oleh banyak pertimbangan akibat adanya kalangkaan. Berikut ini dipaparkan penyebab perubahan tingkat pengeluaran atau konsumsi dalam rumah tangga :
a. Penyebab Faktor Ekonomi
1. Pendapatan
    Pendapatan yang meningkat tentu saja biasanya otomatis diikuti dengan  peningkatan pengeluaran konsumsi. Contoh : Orang yang tadinya hanya beli baju dan keperluan lainnya saat baju atau barangnya akan dipakai, beralih menjadi shopaholic hanya karena mendapat gaji yang lebih.
2.  Kekayaan
    Orang kaya yang punya banyak aset riil biasanya memiliki pengeluaran konsumsi yang besar. Contohnya seperti seseorang yang memiliki beberapa perusahaan atau toko biasanya akan memiliki banyak uang tanpa harus banyak bekerja. Dengan demikian orang tersebut dapat membeli banyak barang dan jasa karena punya banyak pemasukan dari hartanya.
3. Tingkat Bunga
    Bunga bank yang tinggi akan mengurangi tingkat konsumsi yang tinggi karena orang lebih tertarik menabung di bank dengan bunga tetap tabungan atau deposito yang tinggi dibanding dengan membelanjakan banyak uang.
4. Perkiraan Masa Depan
    Orang yang was-was tentang nasibnya di masa yang akan datang akan menekan konsumsi. Biasanya seperti orang yang mau pensiun, punya anak yang butuh biaya sekolah, ada yang sakit butuh banyak biaya perobatan, dan lain sebagainya

b. Penyebab Faktor Demografi
1. Komposisi Penduduk
    Dalam suatu wilayah jika jumlah orang yang usia kerja produktif  banyak maka konsumsinya akan tinggi. Bila yang tinggal di kota ada banyak maka konsumsi suatu daerah akan tinggi juga. Bila tingkat pendidikan sumber daya manusia di wilayah itu tinggi-tinggi maka biasanya pengeluaran wilayah tersebut menjadi tinggi.
2. Jumlah Penduduk
    Jika suatu daerah jumlah orangnya sedikit sekali maka biasanya konsumsinya sedikit. Jika orangnya ada sangat banyak maka konsumsinya sangat banyak pula

c. Penyebab / Faktor Lain
1. Kebiasaan Adat Sosial Budaya
    Suatu kebiasaan di suatu wilayah dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Di daerah yang memegang teguh adat istiadat untuk hidup sederhana biasanya akan memiliki tingkat konsumsi yang kecil. Sedangkan daerah yang memiliki kebiasaan gemar pesta adat biasanya memiliki pengeluaran yang besar.
2. Gaya Hidup Seseorang
    Seseorang yang berpenghasilan rendah dapat memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi jika orang itu menyukai gaya hidup yang mewah dan gemar berhutang baik kepada orang lain maupun dengan kartu kredit.

B. Konsumen
    Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.

C. Konsumtif

    Kata “ konsumtif “ ( sebagai kata sifat, lihat akhiran if ) sering diartikan sama dengan “ konsumerisme “. Padahal kata yang terakhir ini mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang - barang yang kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal.


    Dalam era globalisasi ini dan di tengah kondisi insibilitas ekonomi yang mengakibatkan terus melonjaknya harga komoditas bahan pokok saat ini, pengendalian diri sangatlah penting. Sedini mungkin hendaknya menghindari pola hidup konsumtif. Kebiasaan konsumtif ini biasanya didasari oleh faktor gengsi(banyak orang merasa tidak puas, iri, ingin mendapat sesuatu dengan cara yang mudah).


    Perilaku konsumtif, biasanya kelompok usia remaja adalah salah satu pasar yang sangat potensial. Alasannya antara lain karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja.Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan,suka ikut – ikutan teman, tidak realistis,dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Sifat- sifat remaja inilah yang sering dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja.


    Dikalangan remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi yang cukup berada, terutama di kota- kota besar, mall sudah menjadi rumah kedua. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga membuat para remaja merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Contohnya saja dengan berbagai merk hp dan serinya sampai- sampai ada yang membuat tiruannya dengan harga yang fantastis murahnya. Alhasil, muncullah perilaku konsumtif.


    Dari sejumlah penelitian, ada perbedaan dalam pola konsumtif antara pria dan wanita. Juga terdapat sifat yang berbeda antara pria dan wanita  dalam perilaku membeli.


Perbedaan tersebut adalah :
a. Pria
  • mudah terpengaruh bujukan penjual
  • sering tertipu karena tidak sabar dalam memilih barang
  • mempunyai perasaan kurang enak bila tidak membeli sesuatu setelah memasuki took
  • kurang menikmati kegiatan berbelanja sehingga sering terburu-buru mengambil suatu keputusan membeli.
b. Wanita
  • lebih tertarik pada warna dan bentuk bukan pada hal yang teknis
  • tidak mudah terbawa arus bujukan penjual
  • menyenangi hal- hal yang romantis daripada obyektif
  • cepat merasakan suasana took
  • senang melakukan kegiatan belanja walau hanya “window shopping" (melihat saja tetapi tidak membeli)
    Remaja dalam perkembangan kognitif dan emosinya masih memandang bahwa atribut  yang superficial itu sama penting ( bahkan lebih penting ) dengan substansi.Akan menjadi masalah ketika kecenderungan yang seharusnya wajar pada remaja ini dilakukan secara berlebihan.
    Ada pepatah “Lebih besar pasak daripada tiang “, terkadang apa yang dituntut diluar kemampuan yang kita miliki. Perilaku konsumtif ini dapat terus mengakar dalam gaya hidup sekelompok remaja yang dalam perkembangannya mereka akan menjadi dewasa dengan gaya hidup konsumtif.

D. Konsumerisme
  • Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan.




  •     Konsumerisme itu sendiri merupakan gerakan konsumen (consumer movement) yang mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen (akhir). Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumer.
    • Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), arti konsumerisme (consumerism) adalah cara melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya. Selain itu, arti kata ini adalah pemakaian barang dan jasa.

    • a. Masyarakat konsumerisme
          Dalam ranah masyarakat konsumer hasrat direproduksi lewat ide-ide yang terbentuk lewat proses sosial. Baudrillard misalnya melihat bahwa struktur nilai yang tercipta secara diskursif menentukan kehadiran hasrat. Struktur nilai dalam realitas masyarakat konsumer ini menurutnya mengejawantah dalam kode-kode. Produksi tidak lagi menciptakan materi sebagai objek eksternal, produksi menciptakan materi sebagai kode-kode yang menstimulasi kebutuhan atau hasrat sebagai objek internal konsumsi. Dalam nalar Freudian hasrat untuk mengonsumsi secara mendasar adalah sesuatu yang bersifat instingtual. Ia berada dalam fase pertama perkembangan struktur psikis manusia: yaitu id. Pada fase id ini semua tindakan mengacu atau didasari oleh prinsip kesenangan-kesenangan yang bersifat spontan. Adalah jelas bahwa tindakan untuk mencapai kepuasan dan kesenangan spontan ini dalam fase id bersifat irasional. Mengonsumsi pada awalnya terkait dengan tindakan menggapai kepuasan secara irasional, spontan dan temporal – fase id struktur psikis manusia.
      b. Budaya konsumerisme
          Dalam ranah masyarakat konsumer hasrat direproduksi lewat ide-ide yang terbentuk lewat proses sosial. Baudrillard misalnya melihat bahwa struktur nilai yang tercipta secara diskursif menentukan kehadiran hasrat. Struktur nilai dalam realitas masyarakat konsumer ini menurutnya mengejawantah dalam kode-kode. Produksi tidak lagi menciptakan materi sebagai objek eksternal, produksi menciptakan materi sebagai kode-kode yang menstimulasi kebutuhan atau hasrat sebagai objek internal konsumsi. Dalam nalar Freudian hasrat untuk mengonsumsi secara mendasar adalah sesuatu yang bersifat instingtual. Ia berada dalam fase pertama perkembangan struktur psikis manusia: yaitu id. Pada fase id ini semua tindakan mengacu atau didasari oleh prinsip kesenangan-kesenangan yang bersifat spontan. Adalah jelas bahwa tindakan untuk mencapai kepuasan dan kesenangan spontan ini dalam fase id bersifat irasional. Mengkonsumsi pada awalnya terkait dengan tindakan menggapai kepuasan secara irasional, spontan dan temporal – fase id struktur psikis manusia.

    
Contoh sehari-hari dalam kehidupan kita:
1. Konsumsi :
  • Membeli makanan atau jajanan yang ditawarkan berbagai outlet-outlet jajanan yang ada di mall atau pinggir jalan
  • Membeli dan memakai barang atau benda yang ada di pusat perbelanjaan
2.Konsumen :
  • Seseorang yang membeli makanan dan memakannya
  • Orang yang membeli barang dan menggunakannya
3. Konsumtif :
  • Orang yang suka membeli pakaian sebanyak mungkin padahal tidak sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu atau pakaian tidak dibutuhkan sama sekali. Mereka melakukan ini hanya untuk memuaskan perasaan berbelanja saja dan menghabiskan uang.
4. Konsumerisme :
  • Contohnya masyarakat kita yang saat-saat ini sangat tergiur dengan program-program dari televisi yang menawarkan Quis yang mengeluarkan uang yang banyak, mis: uang kaget, dsb
    Demikian tulisan saya dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.










Sumber referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar